I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.

Mulai
Infeksi akibat Menggigit Kuku: Pengertian, Penyebab, dan Perawatan

Infeksi akibat Menggigit Kuku: Pengertian, Penyebab, dan Perawatan

Terakhir diperbarui: 12 Agustus 2026

Paronikia atau infeksi kuku dapat disebabkan oleh kebiasaan menggigit atau mengunyah kuku. Infeksi akibat menggigit kuku dapat menimbulkan dampak berbahaya. Namun, infeksi ini dapat ditangani. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas infeksi akibat menggigit kuku, penyebab, dan perawatannya. 

Apa Itu Infeksi akibat Menggigit Kuku? 

Paronikia adalah infeksi yang melibatkan jaringan di sekitar kuku. Jaringan tersebut berada di tempat bertemunya kuku dan kulit. 

Sementara itu, onikia adalah infeksi pada kuku yang menyebabkan peradangan dan edema pada jaringan di sekitarnya.

Paronikia maupun onikia dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Keduanya juga dapat menyebabkan perubahan fisik pada kukumu.  

Selain itu, ketika lempeng kuku tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya, iritasi dan infeksi akan terjadi. Kondisi ini dapat terasa nyeri dan tidak nyaman, terutama jika tidak ditangani.

Penyebab Infeksi akibat Menggigit Kuku 

Pada bagian ini, kita akan membahas penyebab infeksi akibat menggigit kuku. 

Bagian ini akan membahas penyebab medis dan psikologis infeksi akibat menggigit kuku. 

1.     Menggigit Kuku 

Menggigit kuku secara berlebihan merupakan penyebab paling umum infeksi akibat menggigit kuku. 

Ketika kamu sering menggigit kuku,  kuku menjadi terpapar bakteri (selengkapnya akan dibahas nanti). 

Untuk menjelaskan lebih lanjut bagaimana menggigit kuku menyebabkan infeksi, mari kita bahas penyebab umum kebiasaan menggigit kuku. 

2.     Stres dan Kecemasan 

Menggigit kuku memberikan kelegaan sementara dari stres dan kecemasan. Ketika menggigit kuku, tingkat stres seseorang menurun. 

Bahkan, orang yang menggigit kuku mengatakan bahwa mereka melakukannya ketika merasa stres atau cemas. 

3.     Kebosanan dan Frustrasi 

Frustrasi dan kebosanan juga menyebabkan orang menggigit kuku. 

Setelah aktivitas menggigit kuku menjadi kebiasaan, aktivitas tersebut juga menjadi pilihan utamamu ketika merasa frustrasi atau bosan. 

Selain itu, menggigit kuku menjadi kegiatan yang kamu lakukan untuk menyibukkan diri. 

addiction recovery

4.     Masalah Psikologis 

Menggigit kuku juga dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti berikut:

●      Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD)

●      Gangguan obsesif-kompulsif (OCD)

●      Gangguan depresi mayor (MDD)

●      Gangguan kecemasan perpisahan

●      Sindrom Tourette

Namun, tidak semua orang yang memiliki masalah emosional dan psikologis menggigit kuku. Demikian pula, menggigit kuku bukan berarti kamu memiliki masalah emosional atau psikologis. 

5.     Bakteri 

Kuman stafilokokus dan streptokokus merupakan penyebab paling umum. Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi ini disebabkan oleh jamur dan umumnya berawal dari hangnail atau kulit yang terkelupas di sekitar kuku. 

Selain itu, orang yang memiliki masalah menggigit kuku sering mencoba menggigit hingga terlepas bagian sudut kukunya. 

Akibatnya, terbentuk luka terbuka yang memungkinkan kuman pada kulit dan di dalam mulut menginfeksi luka tersebut. Infeksi kemudian dapat menyebar ke jaringan di sekitar kuku dan kutikula.

Perawatan Infeksi akibat Menggigit Kuku 

Berikut perawatan untuk infeksi akibat menggigit kuku: 

Perawatan di Rumah 

Jika kamu mengalami infeksi ringan akibat menggigit kuku, rendam jari yang terdampak dalam air hangat beberapa kali sehari. 

Paronikia ringan atau infeksi akibat menggigit kuku juga dapat ditangani dengan lemon dan garam. Untuk melakukan perawatan di rumah ini, buat sayatan pada lemon dan taburkan garam ke dalam lubangnya. Kemudian, masukkan satu per satu jari yang terdampak ke dalam lemon selama beberapa menit. Ulangi hingga infeksi akibat menggigit kuku menghilang. 

Perawatan rumahan lainnya adalah mengoleskan pasta magnesium sulfat pada kuku yang terinfeksi. Orang yang telah melakukannya mengatakan bahwa pasta tersebut membantu menangani rasa nyeri. Pasta tersebut juga dapat membantu mencegah infeksi  akibat menggigit kuku. 

Jika gejala tidak membaik, berkonsultasilah dengan dokter. Infeksi kuku kronis mungkin memerlukan perawatan selama beberapa minggu atau bulan. 

Selama menjalani perawatan, kamu harus menjaga tangan tetap kering dan bersih. Jika pekerjaanmu mengharuskan tangan basah atau terpapar bakteri, kamu mungkin perlu mengambil cuti. 

Perawatan Medis 

Jika infeksi akibat menggigit kuku disebabkan oleh bakteri, doktermu mungkin merekomendasikan antibiotik seperti dicloxacillin atau clindamycin.

Jika infeksi disebabkan oleh jamur, doktermu akan meresepkan obat antijamur. Obat topikal ini biasanya mencakup ketoconazole atau clotrimazole.

Selain itu, doktermu mungkin perlu mengeluarkan nanah dari abses di sekitarnya. Untuk melakukannya, dokter akan menggunakan metode insisi dan drainase. 

Doktermu juga akan memberikan anestesi lokal. Kemudian, dokter akan membuka lipatan kukumu secukupnya untuk memasukkan kasa. Tindakan ini akan membantu mengeluarkan nanah.

Perawatan Perilaku 

Kamu dapat menangani infeksi akibat menggigit kuku itu sendiri. Namun, jika tidak menangani penyebab yang mendasarinya, infeksi akan terus kambuh.

Terapi dapat membantu melepaskan rasa malu, rasa bersalah, dan emosi negatif lain yang menyertai kebiasaan menggigit kuku. Terapi juga dapat membantumu lebih menyadari pemicu dan Dorongan yang kamu rasakan. Dengan mengidentifikasi pemicu tersebut, kamu dan terapismu dapat menangani masalah menggigit kuku dengan tepat. 

Dalam beberapa kasus, pelatihan pembalikan kebiasaan, terapi perilaku kognitif, atau hipnoterapi harus digunakan untuk menangani masalah tersebut.

Kesimpulan 

Meskipun menggigit kuku lebih merupakan masalah kosmetik daripada masalah medis, kebiasaan ini dapat menyebabkan infeksi akibat menggigit kuku yang akan membahayakan kesehatanmu.

Jika kamu atau orang terdekatmu mengalami infeksi yang terutama disebabkan oleh kebiasaan menggigit kuku secara berlebihan, carilah bantuan. Kamu juga dapat menggunakan aplikasi kesadaran seperti I Am Sober untuk menangani gejala dan melacak kemajuanmu. 

I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.

Mulai