I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.
Tahukah kamu? Gangguan mengorek kulit memengaruhi satu dari 20 orang. Gangguan ini juga lebih banyak memengaruhi perempuan daripada laki-laki. Mengingat hal tersebut, mengetahui cara menyembuhkan luka akibat mengorek kulit dapat membantu jutaan orang.
Dalam artikel ini, kita akan membahas gangguan mengorek kulit dan cara menyembuhkan luka akibat mengorek kulit dengan cepat.
Gangguan mengorek kulit, yang juga dikenal sebagai gangguan ekskoriasi atau dermatillomania, melibatkan tindakan mengorek atau menggaruk kulit berulang kali. Tindakan mengorek atau menggaruk berulang ini tidak dipicu oleh masalah kosmetik atau kesehatan (misalnya untuk menghilangkan keropeng yang tidak sedap dipandang atau jerawat).
Bahkan, sebagian orang mengorek kulit yang sehat. Sebagian lainnya mengorek lesi kecil seperti keropeng, jerawat, dan kapalan.
Gangguan mengorek kulit melibatkan tindakan mengorek kulit secara otomatis. Namun, sebagian orang lebih menyadari bahwa mereka mengorek atau menggaruk kulit. Hanya saja, mereka tidak dapat menghentikannya atau tindakan ini menjadi suatu bentuk kecanduan.
Selain itu, rasa cemas atau tegang dapat muncul sebelum seseorang mengorek kulit. Dalam hal ini, mengorek kulit membuat orang tersebut merasa lega. Sering kali, tindakan ini juga memberinya rasa puas.
Gangguan mengorek kulit muncul dalam berbagai bentuk, bergantung pada apakah perilakunya otomatis atau terfokus. Berikut dua jenis utamanya:
Mengorek kulit otomatis terjadi ketika seseorang mengorek kulit tanpa memikirkannya secara sadar. Jenis ini sering terjadi saat melakukan kegiatan seperti menonton TV, membaca, atau bekerja, ketika perhatian orang tersebut teralihkan dan bahkan mungkin tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengorek kulit.
Mengorek kulit secara otomatis biasanya merupakan tindakan kebiasaan yang sering dipicu oleh kecemasan, kebosanan, atau stres. Perilaku tersebut dapat begitu mengakar sehingga orang itu mungkin tidak sepenuhnya menyadarinya sampai ada yang memberitahunya.
Mengorek kulit terfokus terjadi ketika seseorang lebih menyadari perilaku tersebut dan mengorek kulit dengan tujuan atau maksud tertentu. Jenis ini sering dipicu oleh keinginan untuk menghilangkan ketidaksempurnaan, seperti jerawat, keropeng, atau noda kulit lainnya.
Orang tersebut mungkin merasakan dorongan yang sulit ditahan untuk terus mengorek sampai memperoleh hasil tertentu, seperti melepaskan keropeng atau menghaluskan bagian kulit yang kasar.
Berbeda dengan mengorek secara otomatis, mengorek kulit terfokus melibatkan keputusan sadar untuk melakukan perilaku tersebut, tetapi orang itu mungkin merasakan kelegaan atau kepuasan setelah selesai melakukannya.
Ya, mengorek keropeng atau kulit secara umum berdampak buruk.
Sering mengorek kulit dapat mengiritasi luka. Tindakan ini bahkan dapat menimbulkan luka baru, yang bisa menyebabkan keropeng tambahan. Pada akhirnya, hal ini akan menimbulkan bekas luka.
Tindakan mengorek yang terus-menerus dan sering dapat berkembang menjadi gangguan mengorek kulit. Sebagian orang menghabiskan beberapa menit setiap hari untuk mengorek kulit. Sebagian lainnya melakukannya selama berjam-jam.
Jadi, jika kamu mendapati dirimu sering mengorek kulit, kamu harus mempertimbangkan untuk mencari bantuan profesional. Jika tidak dicegah dengan benar, kebiasaan mengorek kulit akan menjadi sangat sulit dikendalikan dan dihentikan.
Meskipun kamu harus berhenti mengorek kulit, pertama-tama kamu perlu menyembuhkan luka yang ditimbulkannya. Sembuhkan luka akibat mengorek kulit dengan cepat melalui langkah-langkah berikut:
Pertama, kamu harus mencuci lukamu menggunakan sabun lembut dan air bersih bersuhu ruang.
Lakukan ini sesegera mungkin. Mencuci luka sesegera mungkin mengurangi risiko infeksi dan membantu mempercepat proses penyembuhan.
Letakkan luka di bawah air bersih yang mengalir. Lakukan selama satu menit. Selanjutnya, bersihkan lukamu dengan lembut menggunakan sabun lembut. Kemudian, bilas dengan air mengalir.
Terakhir, keringkan lukamu menggunakan kasa steril atau handuk bersih.

Luka akibat mengorek kulit biasanya berukuran kecil. Namun, luka tersebut terkadang berdarah.
Jika lukamu berdarah, berikan tekanan pada luka tersebut. Kamu dapat melakukannya dengan menahan kasa bersih di atas luka.
Kemudian, tekan kasa dengan lembut. Periksa luka setiap 30 detik untuk melihat apakah darah sudah berhenti mengalir. Terus berikan tekanan pada luka akibat mengorek kulit sampai perdarahan berhenti.
Keluarkan sedikit krim antibiotik pada kapas pentul. Kemudian, oleskan krim dengan lembut pada lukamu.
Selanjutnya, ratakan krim hingga membentuk lapisan tipis. Hal ini mencegah bakteri terperangkap dalam luka terbuka.
Meskipun luka tampak kecil dan tidak berdarah, kamu tetap harus menutupinya dengan perban. Hal ini menurunkan risiko infeksi dan mencegahmu terus mengorek luka.
Gunakan plester luka atau kasa bersih sesuai ukuran luka akibat mengorek kulit. Pastikan perban menutupi lukamu dengan baik. Tidak boleh ada bagian luka yang terbuka.
Selain itu, menutupi luka akan membantu mencegah perubahan warna akibat paparan berkepanjangan atau karena terus dikorek.
Lepaskan perban ketika basah atau kotor. Jika perban tidak kotor atau basah, kamu tetap harus menggantinya setidaknya sekali sehari.
Untuk melakukannya, lepaskan perban. Kemudian, cuci lukamu menggunakan sabun dan air mengalir bersuhu ruang. Oleskan kembali krim pada luka. Terakhir, tutupi lukamu dengan perban baru.
Luka yang masih baru mungkin membuatmu tergoda untuk mengoreknya, terutama jika kukumu panjang. Jadi, setelah merawat luka akibat mengorek kulit, potong kukumu.
Kemudian, gunakan kikir kuku untuk memastikan tidak ada sudut yang tajam. Hal ini akan membuatmu lebih sulit mengorek luka sehingga mengurangi rasa tidak nyaman akibat iritasi lebih lanjut.

Selalu periksa lukamu untuk memantau proses penyembuhannya.
Tanda-tanda peradangan atau infeksi meliputi pembengkakan, kemerahan, nyeri, dan demam. Jika kamu mengalami salah satu tanda tersebut atau luka tampak meradang atau terinfeksi, segera temui dokter.
Sering mengorek kulit meningkatkan risiko mengalami gangguan mengorek kulit atau infeksi. Jika kamu kesulitan berhenti mengorek kulit, akar masalahnya mungkin bersifat psikologis. Ingat, orang dengan gangguan mengorek kulit mengorek kulitnya untuk meredakan stres atau kecemasan.
Syukurlah, kamu bisa pulih dari gangguan mengorek kulit. Penanganan untuk gangguan mengorek kulit mencakup terapi perilaku kognitif atau terapi komitmen dan pelatihan pembalikan kebiasaan. Aplikasi kesadaran seperti I Am Sober dan sistem dukungan yang tepat juga dapat membantumu.
I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.