I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.

Mulai
Mencabut Rambut

Gangguan Mencabut Rambut: Gejala, Penyebab, dan Perawatan

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2026

Kita semua menghadapi stres dengan berbagai cara. Bagi orang yang mengalami trikotilomania atau gangguan mencabut rambut, salah satunya adalah Dorongan yang sangat kuat untuk mencabut rambut sendiri. Seiring waktu, mencabut rambut berulang kali dapat menyebabkan area botak dan tekanan emosional yang semakin berat.

Namun, apa sebenarnya gangguan mencabut rambut itu? Apa saja gejala dan penyebabnya? Apakah tersedia perawatan untuk kondisi ini?

Dalam artikel ini, kami akan membahas gangguan mencabut rambut, gejala dan risikonya, serta cara agar kamu dapat berhasil pulih darinya. 

Apa Itu Trikotilomania atau Gangguan Mencabut Rambut? 

Trikotilomania (TTM) adalah gangguan mental yang ditandai oleh kebutuhan sangat kuat untuk mencabut rambut sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa 0,5 hingga 2% orang mengalami kondisi ini. 

Pada masa kanak-kanak, orang yang mengalami gangguan mencabut rambut biasanya berfokus mencabut rambut di kulit kepala. Mereka juga umumnya berfokus pada satu atau dua area.

Namun, orang yang mengalami TTM atau gangguan mencabut rambut tidak hanya mencabut rambut di kulit kepala. Mereka juga mencabut rambut dari area lain, seperti bulu mata, ketiak, dan alis. Seiring waktu, kebiasaan mencabut rambut secara berlebihan dapat menyebabkan area botak.

Trikotilomania atau gangguan mencabut rambut biasanya berkembang pada masa remaja. Namun, kondisi ini juga dapat berkembang pada anak-anak yang lebih muda. 

Setelah muncul, gejalanya dapat berlanjut selama bertahun-tahun hingga dewasa. Gangguan mencabut rambut memengaruhi anak laki-laki dan perempuan dalam proporsi yang sama. Namun, pada masa dewasa, kondisi ini lebih sering dialami perempuan.

Gejala Gangguan Mencabut Rambut 

Berikut tanda dan gejala trikotilomania atau gangguan mencabut rambut:

●      Berulang kali mencabut rambut dari area tubuh mana pun yang ditumbuhi rambut, termasuk bulu mata, alis, dan ketiak

●      Merasakan ketegangan sebelum mencabut rambut

●      Merasakan kesenangan setelah mencabut rambut

●      Merasakan ketegangan saat mencoba menahan keinginan untuk mencabut rambut

●      Rambut rontok, kebotakan, atau rambut menipis

●      Memiliki preferensi terhadap jenis rambut tertentu

●      Menyukai rutinitas yang menyertai kegiatan mencabut rambut 

●      Mengunyah, menggigit, atau menelan rambut yang telah dicabut

●      Memainkan rambut yang telah dicabut

Banyak orang yang mengalami gangguan ini juga mengorek kulit, menggigit kuku, atau menggigit kulit bibir. Terkadang, mereka mencabut rambut atau serat dari mainan, hewan peliharaan, pakaian, dan selimut. 

Selain itu, orang yang mengalami trikotilomania cenderung mencabut rambut secara diam-diam dan menyembunyikan masalah tersebut dari orang lain.

Bagi orang yang mengalami gangguan mencabut rambut, perilaku mencabut rambut dapat bersifat:

●      Terfokus. Sebagian orang sengaja mencabut rambut untuk meredakan stres atau ketegangan. Misalnya, mereka mencabut rambut untuk meredakan Dorongan mencabut rambut. Sebagian orang juga mengembangkan ritual, seperti mengunyah, menggigit, menelan, atau menyisir rambut yang telah dicabut.

●      Otomatis. Sebagian orang mencabut rambut tanpa menyadarinya. Mereka melakukannya secara otomatis saat menjalankan aktivitas lain, seperti menonton film atau membaca. 

Dalam beberapa kasus, seseorang dapat menunjukkan perilaku mencabut rambut yang terfokus sekaligus otomatis. Bentuk yang terjadi biasanya bergantung pada suasana hati dan situasinya. 

Penyebab Gangguan Mencabut Rambut 

Faktor-faktor berikut kemungkinan meningkatkan risiko gangguan mencabut rambut:

1.     Genetika 

Faktor genetik mungkin berperan penting dalam perkembangan gangguan mencabut rambut. Trikotilomania lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan serupa. 

2.     Usia 

Gangguan mencabut rambut biasanya berkembang sebelum atau pada awal masa remaja—paling sering antara usia 10 dan 13 tahun. Kondisi ini sering berkembang menjadi masalah seumur hidup. Bayi juga cenderung menarik rambut, tetapi perilaku ini biasanya ringan dan sering hilang dengan sendirinya.

3.     Gangguan Lain 

Orang yang mengalami gangguan mencabut rambut juga dapat memiliki gangguan lain, seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD), depresi, atau kecemasan. 

4.     Stres 

Peristiwa yang menimbulkan stres sangat berat juga dapat memicu trikotilomania pada sebagian orang. Mereka sering mencabut rambut untuk merasakan kelegaan dari situasi tersebut. 

Perawatan untuk Gangguan Mencabut Rambut 

Meskipun jauh lebih banyak perempuan daripada laki-laki yang menerima perawatan untuk gangguan mencabut rambut, hal ini mungkin disebabkan oleh kecenderungan perempuan untuk lebih sering mencari nasihat medis. Pada masa kanak-kanak awal, anak laki-laki dan perempuan tampaknya mengalami gangguan ini dalam proporsi yang sama.

Berbagai pilihan perawatan telah membantu banyak orang mengurangi atau sepenuhnya menghentikan perilaku mencabut rambut. Perawatan untuk gangguan mencabut rambut atau trikotilomania meliputi:

1.     Pelatihan Pembalikan Kebiasaan 

Terapi perilaku ini merupakan perawatan utama untuk gangguan mencabut rambut. Dalam pelatihan pembalikan kebiasaan, kamu belajar mengenali situasi yang membuatmu cenderung mencabut rambut. Kemudian, kamu akan belajar mengganti perilaku tersebut dengan tindakan lain. 

Misalnya, kamu dapat meremas mainan pereda stres untuk mengatasi Dorongan atau menjauhkan tangan dari rambut. Jenis terapi lain juga dapat dipadukan dengan pelatihan pembalikan kebiasaan.

2.     Terapi Kognitif 

Jenis terapi ini membantumu mengenali dan memeriksa keyakinan keliru yang berkaitan dengan perilaku mencabut rambut. Dengan memahami keyakinan tersebut, kamu dan terapismu dapat menemukan cara untuk mengatasinya.

3.     Terapi Penerimaan dan Komitmen 

Terapi penerimaan dan komitmen membantumu menerima Dorongan untuk mencabut rambut. Dengan demikian, kamu dapat menerima keberadaan Dorongan tersebut tanpa harus menindaklanjutinya. Pada akhirnya, kamu akan dapat menjalani kehidupan yang sadar dan terbebas dari bahaya mencabut rambut secara berlebihan. 

Kesimpulan 

Jika tidak ditangani, gangguan mencabut rambut dapat menyebabkan gangguan fungsi psikososial yang signifikan. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini dapat menimbulkan masalah yang mengancam nyawa. 

Menggunakan aplikasi kesadaran untuk memperoleh dukungan serta menjalani terapi untuk masalah kesehatan mental lain yang sering berkaitan dengan perilaku mencabut rambut, seperti depresi, kecemasan, atau penyalahgunaan zat, merupakan bagian penting dari rencana perawatan. 

I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.

Mulai