I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.
Menggigit kuku biasanya bermula sebagai sebuah kebiasaan buruk. Namun, seperti kebiasaan buruk lainnya, kebiasaan ini sulit dihentikan. Jika kamu merasa lebih sering menggigit kuku daripada biasanya, mengetahui cara berhenti menggigit kuku dapat membantu.
Pikirkan saat-saat ketika kamu menggigit kuku karena merasa takut atau bosan. Mungkin kamu bahkan tidak menyadari telah menggigit kuku sampai kukumu menjadi pendek.
Apa pun situasinya, ada beberapa cara untuk berhenti menggigit kuku.
Dalam artikel ini, kami akan membahas kebiasaan menggigit kuku dan cara menghentikannya.
Sesuai namanya, menggigit kuku adalah tindakan menggigit kuku secara berulang.
Banyak orang, terutama yang masih muda, pernah menggigit kuku pada suatu waktu dalam hidupnya. Dalam istilah klinis, kebiasaan menggigit kuku disebut onikofagia dan merupakan perilaku yang berfokus pada tubuh.
Menggigit kuku dapat berkisar dari kegiatan sesekali yang tidak berbahaya hingga perilaku berulang yang merugikan.
Banyak orang yang mulai menggigit kuku sejak usia muda melakukannya karena kebiasaan. Sebagian lainnya membentuk kebiasaan seumur hidup yang sangat sulit dihentikan.
Kebiasaan menggigit kuku biasanya dimulai pada masa kanak-kanak dan dapat menjadi lebih parah selama pubertas. Alasan seseorang membentuk perilaku ini tidak selalu jelas, tetapi setelah dimulai, kebiasaan tersebut bisa sangat sulit dihentikan.
Ada beberapa gagasan tentang alasan orang mulai menggigit kuku, termasuk perfeksionisme dan stres.
Ada pula teori Freud yang menyatakan bahwa orang menggigit kuku karena terpaku pada tahap oral dalam perkembangan psikologis. Namun, hanya ada sedikit bukti yang menjelaskan mengapa kebiasaan menggigit kuku dapat begitu menimbulkan kecanduan, padahal 20% hingga 30% orang melakukannya.
Meski demikian, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan menggigit kuku berkaitan dengan kemudahannya karena tidak memerlukan biaya, praktis dilakukan, dan dapat diterima secara sosial.
Kebiasaan ini juga memberi orang rasa puas dan kendali. Perasaan puas karena dapat menggigit kuku sesuka hati membuat orang mengalami kecanduan terhadapnya.
Jadi, ya, menggigit kuku dapat menimbulkan kecanduan.

Potong dan bersihkan kukumu secara teratur.
Oleskan cat kuku berasa pahit.
Tutupi kukumu.
Kenali pemicumu.
Ganti kebiasaan menggigit kuku dengan kebiasaan yang lebih baik.
Lakukan penyesuaian kecil.
Jika upaya pertamamu untuk berhenti menggigit kuku tidak berhasil, kamu dapat mencoba strategi lain. Mungkin diperlukan gabungan beberapa cara untuk benar-benar menghentikannya.
Meskipun dapat menimbulkan kecanduan, kebiasaan menggigit kuku bisa dihentikan. Berikut cara yang tepat untuk berhenti menggigit kuku:
Kuku panjang mungkin sulit untuk tidak digigit. Karena itu, memotong dan membersihkan kuku dapat membantu.
Pilih waktu dan hari tertentu setiap minggu untuk memotong kukumu. Rawat juga kulit kecil yang terkelupas di sekitar kuku dan tepian kuku yang tidak rata agar kamu tidak tergoda menggigitnya.
Kamu juga dapat menjalani perawatan manikur profesional secara teratur. Uang yang telah dikeluarkan dan kesadaran bahwa seseorang akan segera memeriksa kukumu mungkin dapat menghentikanmu menggigit kuku.
Banyak orang mengalami kebiasaan menggigit kuku. Karena itu, tersedia berbagai merek cat kuku yang dirancang untuk membantu orang berhenti menggigit kuku.
Cat kuku tersebut tidak akan membahayakanmu jika kukumu masuk ke dalam mulut. Namun, rasanya yang pahit akan membuatmu berhenti melakukannya.
Kamu dapat menemukan merek-merek cat kuku tersebut secara daring. Lebih baik lagi, mintalah saran tambahan dari ahli manikur atau dokter kulit.
Kamu dapat mengenakan sarung tangan untuk menutupi kuku. Namun, sebagian orang tidak menyukai cara ini.
Sebagai alternatif, kamu dapat menggunakan selotip, stiker, atau perban untuk menutupi kuku. Seperti cat kuku berasa pahit, menutupi kuku mencegahmu menggigitnya.
Pikirkan kapan kamu tergoda untuk menggigit kuku. Apa yang menimbulkan dorongan untuk menggigit kukumu?
Apakah penyebabnya stres? Apakah kamu merasa gugup? Apakah kamu bosan?
Misalnya, kamu mungkin menyadari bahwa kamu menggigiti kuku saat menonton televisi atau menggunakan ponsel.
Setelah mengenali pemicu dorongan menggigit kuku, sesuaikan lingkunganmu agar kamu lebih sulit melakukannya.
Jika kamu menyadari sering menggigit kuku saat bekerja sendirian, cobalah duduk dan bekerja di ruang makan di hadapan orang lain. Hal ini membantumu menjadi lebih sadar terhadap perilakumu.
Jika selama ini kamu mencari cara berhenti menggigit kuku, cobalah mengganti tindakan tersebut dengan kebiasaan yang lebih baik.
Salah satunya, buat tanganmu tetap sibuk agar kuku tidak masuk ke dalam mulut. Pertimbangkan menggunakan mainan fidget atau bola stres untuk menyibukkan tangan.
Kamu juga dapat melakukan kegiatan yang menggunakan tangan, seperti menulis dan melukis.
Sebagian orang berhenti merokok dengan mengurangi jumlah rokok yang mereka hisap setiap hari secara bertahap. Kamu dapat menerapkan cara yang sama untuk kebiasaan menggigit kuku.
Mulailah dengan memilih satu jari yang kukunya tidak akan kamu gigit. Fokuslah pada satu jari tersebut sampai hal itu menjadi kebiasaan dan kukunya mulai terlihat lebih sehat.
Kemudian, pilih jari lain dan ulangi prosesnya. Lakukan ini sampai hanya tersisa satu jari. Secara perlahan, berhentilah menggigit kuku jari terakhir itu sampai kamu sepenuhnya terbebas dari kebiasaan tersebut.
Ada beberapa cara efektif untuk berhenti menggigit kuku. Namun, jika kamu sudah mencoba semua cara di atas dan masih belum dapat menghentikan kebiasaan tersebut, terapi perilaku kognitif merupakan metode yang sangat baik untuk mengubah perilakumu.
Memiliki sistem dukungan yang tepat dan menggunakan aplikasi kesadaran seperti I Am Sober juga dapat membantu.
I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.