I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.
Tinggal bersama orang tua yang mengalami masalah penggunaan zat dapat terasa sulit. Hal ini tidak hanya dapat memengaruhi perasaanmu, tetapi juga tindakanmu. Jika kamu pernah bertanya, “Bagaimana jika keluargaku minum alkohol?”, kamu berada di tempat yang tepat.
Dalam artikel ini, kami akan menjawab pertanyaan, “Bagaimana jika keluargaku minum alkohol?”. Kami juga akan membahas hal-hal yang dapat kamu lakukan jika keluargamu minum alkohol.
Pengalaman tinggal bersama anggota keluarga yang minum alkohol berbeda bagi setiap orang. Orang yang memiliki anggota keluarga yang minum alkohol secara berlebihan mungkin merasa:
● Malu, marah, atau sedih karena anggota keluarganya minum secara berlebihan
● Khawatir tentang kesehatan atau keselamatan orang tuanya
● Takut, sendirian, atau tidak aman di rumah sendiri
● Lega ketika orang tuanya memutuskan mengambil langkah menuju pemulihan
● Kewalahan
● Depresi
Alkohol adalah narkoba yang memengaruhi tubuh, perasaan, dan perilaku seseorang.
Orang yang mabuk dapat mengalami berbagai perasaan, termasuk pusing, bertingkah konyol, atau bahagia. Mereka mungkin juga merasa kehilangan kendali, marah, kasar, sedih, lelah, atau mual.
Selain itu, setelah minum banyak alkohol, orang mungkin kesulitan mengingat. Tugas lain seperti berbicara, berdiri, dan berjalan pun akan terasa sulit.
Sering kali, orang tidak ingin orang lain mengetahui tentang alkoholismemereka, dan mungkin khawatir orang lain akan berpandangan buruk terhadap mereka.
Selain itu, orang yang mengalami kecanduan alkohol khawatir orang lain akan menganggap mereka lemah jika mengakui bahwa mereka memiliki masalah dengan alkohol.
Mereka mungkin juga khawatir bahwa mengakui adanya masalah dengan alkohol akan menimbulkan masalah lain. Masalah tersebut mencakup kehilangan pekerjaan atau menakut-nakuti anggota keluarga. Bahkan, keadaan dapat memburuk hingga orang lain menganggap mereka sebagai orang yang buruk.
Anak-anak mungkin juga berpikir bahwa membicarakan masalah minum ibu atau ayah akan membuat orang tua mereka mendapat masalah. Selain itu, anak-anak khawatir mereka sendiri akan mendapat masalah.
Ya. Untungnya, orang yang memiliki masalah dengan alkohol dapat membaik.
Sebagian orang dapat mengurangi kebiasaan minum, sedangkan sebagian lainnya dapat sepenuhnya berhenti minum alkohol.
Namun, berhenti minum dapat terasa sangat sulit. Seseorang mungkin membutuhkan waktu lama untuk berubah. Sebagian orang mungkin berubah untuk sementara, tetapi akhirnya kembali minum hanya satu hari atau satu minggu setelah berhenti. Keadaan ini disebut kekambuhan.
Berlawanan dengan anggapan umum, kekambuhan merupakan bagian dari proses seseorang untuk membaik. Namun, hal ini tidak berarti bahwa orang tersebut tidak akan pernah berhenti minum.
Menyampaikan kekhawatiranmu dapat membuat orang tersebut marah. Terkadang, mereka juga dapat menjadi defensif. Sebagian orang mungkin melampiaskan kemarahan atau sekadar menyangkal bahwa mereka memiliki masalah minum.
Selain itu, keadaan kemungkinan akan memburuk jika kamu tidak menyampaikan kekhawatiranmu.
Karena itu, kamu harus bersikap jujur dan terbuka tentang kekhawatiranmu. Namun, kamu juga perlu mengingat bahwa kamu tidak dapat memaksa seseorang berhenti menyalahgunakan alkohol.
Meskipun demikian, kamu dapat menawarkan beberapa langkah untuk membantu mereka menangani masalah tersebut.
1. Pilih waktu ketika orang terdekatmu sedang tenang dan tidak minum.
Pilih tempat yang tenang dan pribadi. Pastikan percakapanmu tidak akan terganggu di tempat tersebut. Kemudian, matikan ponsel dan perangkat lainnya untuk menghindari gangguan.
2. Sampaikan kekhawatiranmu dengan penuh perhatian.
Tunjukkan belas kasih. Tetaplah bersikap netral. Dengan demikian, kamu memiliki peluang lebih besar untuk membantu mereka dibandingkan jika kamu menghakimi perilaku atau mempermalukan mereka.
3. Dorong orang terdekatmu untuk membuka diri.
Berbagai faktor dapat memengaruhi kebiasaan minum mereka.
Namun, orang terdekatmu perlu menangani penyebab mendasar kebiasaan minum agar dapat tetap sadar. Orang yang memiliki masalah minum dapat melakukannya dengan membuka diri.
4. Pertimbangkan untuk mengadakan intervensi atau pertemuan keluarga.
Alih-alih merundung, menuduh, atau melampiaskan kemarahan kepada orang yang memiliki masalah minum, gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kepedulianmu kepada mereka.
Berikut hal-hal yang perlu kamu hindari saat berbicara dengan anggota keluarga yang memiliki masalah minum:
● Jangan menganggap reaksi negatif sebagai serangan pribadi.
Kamu mungkin perlu mencoba berkali-kali sebelum dapat berbicara dengan orang terdekatmu tentang masalah minum mereka.
Selain itu, bersiaplah menghadapi penolakan dan sangkalan dari mereka. Karena itu, berikan waktu dan ruang kepada orang tersebut agar dapat menerima kekhawatiranmu.
● Jangan mencoba mengancam, menghukum, menyuap, atau bahkan menceramahi.
Kamu perlu menghindari upaya menggugah emosi mereka.
Hal itu hanya akan menambah rasa bersalah orang yang minum serta meningkatkan dorongan mereka untuk minum lebih banyak. Alih-alih memberikan ultimatum, tawarkan saran.
● Jangan menutupi masalah orang terdekatmu atau membuat alasan untuk membenarkan perilaku mereka.
Melindungi mereka dari tanggung jawab hanya akan mencegah mereka melihat konsekuensi negatif dari kebiasaan minum dan dapat menunda mereka mendapatkan bantuan.
● Jangan menyalahkan diri sendiri.
Kamu tidak bersalah maupun bertanggung jawab atas perilaku mereka, dan kamu tidak dapat memaksa mereka berubah. Karena itu, rasa bersalah, tanggung jawab, dan kesalahan tersebut tidak seharusnya kamu tanggung.
Jika kamu pernah bertanya, “Bagaimana jika keluargaku minum alkohol?”, ketahuilah bahwa kamu tidak seharusnya menyalahkan diri sendiri maupun orang terdekatmu. Tunjukkan belas kasih dan ambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu mereka membaik. Menggunakan aplikasi kesadaran dapat sangat membantu orang-orang terdekatmu.
I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.