I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.

Mulai
Gambaran abstrak mariyuana sebagai narkoba.

Apakah Ganja Termasuk Narkoba?

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2026

Apakah ganja termasuk narkoba?

Mari kita cari tahu.

Ganja berasal dari tanaman kanabis. Kamu dapat mengisapnya, menggunakan vape, meminumnya, atau bahkan memakannya. Kebanyakan orang menggunakan ganja atau mariyuana untuk tujuan rekreasi. Namun, sebagian dokter meresepkannya kepada pasien untuk kondisi medis tertentu.

Apakah Ganja Termasuk Narkoba? 

Ya. Ketika dikonsumsi, kandungan THC (tetrahidrokanabinol) mengubah keadaan pikiran. Karena itu, ganja dianggap sebagai narkoba. 

Efek yang dialami seseorang setelah mengonsumsi ganja membantu menjelaskan bahwa ganja memang termasuk narkoba. Efek tersebut berkisar dari perasaan rileks, euforia, peningkatan nafsu makan, tertawa, peningkatan persepsi sensorik, hingga perubahan persepsi terhadap waktu.

Namun, ganja juga dapat langsung membahayakan sebagian orang. Efek negatifnya mencakup panik, paranoia, rasa tidak percaya, dan ketakutan. 

Efek seperti ini paling mungkin terjadi ketika seseorang mengonsumsi ganja tanpa pengalaman sebelumnya. Penyebab lainnya adalah mengonsumsi terlalu banyak atau menggunakan ganja yang sangat kuat.

Efek Ganja 

Apakah ganja termasuk narkoba?

Ya. Karena itu, berikut beberapa efek umum ganja:

1.     Ganja Dapat Memengaruhi Kesehatan Mentalmu 

Tidak semua orang mendapatkan pengalaman menyenangkan saat menggunakan mariyuana. Mariyuana sering kali dapat membuatmu merasa cemas, takut, panik, atau paranoid. Ganja juga dapat memperburuk gejala gangguan mental yang sudah kamu alami. 

Jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, mariyuana juga dapat membuatmu paranoid atau bahkan kehilangan hubungan dengan realitas. Hal ini membuatmu mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

2.     Cara Berpikirmu Dapat Terdistorsi 

Indra dan penilaianmu juga dapat menjadi kabur akibat mariyuana. Efeknya dapat berbeda-beda bergantung pada beberapa faktor, termasuk kekuatannya, cara konsumsi, dan jumlah mariyuana yang digunakan. 

Secara khusus, ganja atau mariyuana dapat:

●      Meningkatkan kepekaan indramu

●      Mendistorsi persepsimu terhadap waktu

●      Memengaruhi keterampilan motorikmu

●      Menurunkan hambatan dirimu

3.     Ganja Dapat Mengganggu Fungsi Otakmu 

Mariyuana membuatmu lebih sulit berkonsentrasi, belajar, dan mengingat sesuatu. Ini merupakan efek jangka pendeknya. Efek tersebut dapat berlangsung selama 24 jam atau lebih setelah kamu berhenti mengisapnya.

Namun, kamu mungkin mengalami efek yang lebih menetap akibat penggunaan ganja dalam jumlah besar, terutama selama masa remaja. Bahkan, sejumlah pemeriksaan pencitraan pada remaja menemukan bahwa mariyuana mengubah otak mereka secara fisik. 

4.     Paru-Parumu Dapat Terluka 

Asap mariyuana dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada paru-paru. Jika digunakan secara teratur, mariyuana dapat menimbulkan masalah pernapasan yang sama seperti pada perokok rokok. 

Hal ini dapat mengakibatkan batuk berkepanjangan yang disertai dahak berwarna. Paru-parumu juga dapat menjadi lebih rentan terhadap infeksi. 

5.     Ganja Dapat Membahayakan Jantungmu

Ganja membuat jantungmu bekerja lebih keras. Dalam keadaan normal, jantung berdetak sekitar 50 hingga 70 kali per menit. Namun, denyutnya dapat meningkat menjadi 70 hingga 120 kali atau lebih per menit. Hal ini berlangsung selama tiga jam setelah efek ganja mulai terasa. 

Selain itu, kemungkinan mengalami serangan jantung atau strok meningkat akibat beban tambahan, tar, dan bahan kimia lain dalam ganja. Risikonya menjadi lebih tinggi jika kamu berusia lebih tua atau mengalami masalah jantung.

Apakah Ganja Termasuk Narkoba yang Dapat Membahayakanmu? 

Secara umum, mariyuana sendiri tidak seberbahaya narkoba lain. Namun, ganja tetap dapat membahayakanmu. 

Ganja legal di beberapa negara bagian. Namun, sebagian besar penanam tidak menggunakan metode organik untuk menanamnya. Akibatnya, tanaman tersebut dapat mengandung pestisida berbahaya, logam berat, dan bahkan jamur.

Saat ini, para penanam melakukan penyerbukan silang pada tanaman mereka. Hal ini membuat ganja lebih kuat*—khususnya, dua hingga tiga kali lebih kuat daripada ganja tradisional. Jenis mariyuana ini sering kali tidak memiliki kanabinoid, CBD, atau kanabidiol, yaitu komponen ganja yang bermanfaat.

Karena itu, ganja merupakan narkoba yang dapat membahayakanmu.

Dapatkah Ganja Membunuhmu? 

Kemungkinan meninggal akibat mengisap mariyuana memang rendah. Namun, jika kamu atau seseorang yang kamu kenal menggunakan narkoba ini, kamu tetap perlu waspada. 

Hal ini karena THC memiliki kemampuan membentuk kebiasaan. Karena itu, sebagian orang mungkin merasa sulit berhenti menggunakan ganja.

Selain itu, ganja mengandung komponen yang tidak sehat. Komponen tersebut dapat berasal dari pestisida, herbisida, bakteri, dan jamur yang bersentuhan dengan ganja. Penggunaan ganja juga dapat mengganggu cara kamu berpikir, merasa, dan mengalami realitas. 

Hambatan dirimu juga menurun saat menggunakan ganja. Hal ini dapat berkontribusi pada perilaku ceroboh, seperti melakukan hubungan seks tanpa perlindungan atau mengemudi di bawah pengaruh ganja. 

Terakhir, ganja dengan kadar THC tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak jika digunakan dalam waktu lama. Seiring bertambahnya usia, penggunaannya juga dapat berkontribusi terhadap kondisi neurologis.

Dapatkah Kamu Mengalami Kecanduan Ganja? 

Ya. National Institute on Drug Abuse (NIDA) dan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) sama-sama mengklasifikasikan mariyuana sebagai jenis narkoba yang dapat menimbulkan kecanduan.

Pengguna mariyuana dapat mengembangkan pola penggunaan bermasalah, yaitu kondisi yang juga dikenal sebagai gangguan penggunaan mariyuana atau kecanduan mariyuana.

Sementara itu, gangguan penggunaan kanabis diakui sebagai kondisi yang dapat didiagnosis. Menurut DSM-5, orang yang menggunakan ganja secara teratur menunjukkan gejala dan perilaku bermasalah yang juga terlihat pada bentuk gangguan lain akibat penggunaan zat. 

Banyak orang dengan gangguan penggunaan kanabis tidak mengalami gangguan lain yang berkaitan dengan penggunaan zat. 

Gangguan penggunaan mariyuana terjadi pada sekitar 30 persen pengguna ganja. Seseorang mungkin merasa mudah marah, gelisah, dan mengalami keinginan kuat ketika tidak mengonsumsi ganja. Gangguan tidur dan suasana hati serta penurunan nafsu makan juga dapat terjadi pada orang yang mengalami kecanduan.

Kesimpulan 

Apakah ganja termasuk narkoba yang dapat berdampak negatif pada kesehatanmu? Ya. 

Jika kamu atau orang terkasih memiliki masalah narkoba atau membutuhkan bantuan untuk berhenti menggunakan mariyuana, bicaralah dengan tenaga profesional. Sebuah aplikasi kesadaranjuga dapat membantumu mencapai hidup sadar. 

I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.

Mulai