I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.
Menyakiti diri sendiri merupakan masalah yang umum, terutama di kalangan remaja. Untungnya, perilaku ini dapat dikelola dan ditangani dengan pendekatan yang tepat.
Dalam banyak kasus, orang yang menyakiti diri sendiri merasa terhibur dengan membaca kutipan tentang menyakiti diri sendiri. Jika kamu atau orang terdekatmu merasakan dorongan untuk menyakiti diri sendiri, artikel ini dapat membantu.
Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab, tanda, dan faktor risiko perilaku menyakiti diri sendiri. Kemudian, kita akan melihat beberapa kutipan tentang menyakiti diri sendiri yang dapat membantumu merasa lebih baik.
Berikut beberapa penyebab umum perilaku menyakiti diri sendiri:
Bagi banyak orang, menyakiti diri sendiri menjadi cara untuk melepaskan perasaan yang intens seperti stres, kecemasan, dan tekanan. Dalam beberapa kasus, mereka menyakiti diri sendiri untuk mengungkapkan kebencian yang mereka rasakan terhadap diri sendiri.
Namun, banyak orang juga memandang tindakan ini sebagai cara untuk merasakan emosi positif atau sekadar merasa hidup.
Menyakiti diri sendiri membuat seseorang merasa memiliki kendali. Mereka sering merasa tidak berdaya atau terasing sehingga membutuhkan cara untuk mendapatkan kendali.
Menyakiti diri sendiri juga membantu mereka merasa netral atau mati rasa sehingga seolah-olah memiliki kendali atas diri sendiri.
Orang yang menyakiti diri sendiri merasa kesulitan mengungkapkan perasaan mereka. Mereka juga sering merasa perlu melindungi orang lain dari perasaan tersebut.
Akibatnya, mereka memutuskan untuk mengungkapkan perasaan itu melalui diri mereka sendiri.

Bagi sebagian orang, menyakiti diri sendiri memungkinkan mereka terhubung dengan orang lain, terutama orang yang mengalami masalah serupa. Tindakan ini juga memungkinkan mereka mendapatkan perhatian dari orang lain. Beberapa bahkan membuat kutipan tentang menyakiti diri sendiri untuk terhubung dengan orang lain.
Berikut tanda-tanda umum perilaku menyakiti diri sendiri:
● Luka sayat, memar, luka bakar, atau bekas luka pada pergelangan tangan, tangan, paha, atau perut
● Perilaku fisik yang tidak biasa seperti gangguan mencabut rambut dan mengorek kulit yang mengakibatkan memar, perdarahan, dan bekas luka
● Mengenakan baju berlengan panjang dan celana panjang saat cuaca hangat untuk menutupi bekas luka dan memar
● Mengikuti akun media sosial yang mempromosikan tindakan menyakiti diri sendiri dan menonton video berisi petunjuk untuk menyakiti diri sendiri
Beberapa faktor risiko bersifat sosial atau situasional. Faktor-faktor ini meliputi:
● Hubungan yang tidak sehat dengan keluarga atau teman
● Menghadapi rasisme atau homofobia
● Lingkungan yang tidak sehat di rumah, sekolah, atau tempat kerja
● Masalah lain seperti perundungan dan manipulasi yang membuat seseorang meragukan persepsinya sendiri
Namun, beberapa faktor risiko lebih bersifat pribadi dan emosional. Faktor-faktor ini meliputi:
● Perasaan terasing dan hampa
● Depresi dan kecemasan
● Riwayat kekerasan
● Kecanduan dan ketergantungan narkoba
● Stres berat
● Riwayat genetik perilaku menyakiti diri sendiri
Berikut beberapa kutipan tentang menyakiti diri sendiri yang dapat membantumu melewati masa-masa sulit:
“Di lain waktu, aku melihat bekas lukaku dan melihat sesuatu yang berbeda: seorang gadis yang sedang berusaha menghadapi sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang seharusnya tidak perlu ia alami sama sekali. Bekas lukaku menunjukkan rasa sakit dan penderitaan, tetapi juga menunjukkan tekadku untuk bertahan hidup. Bekas luka itu adalah bagian dari riwayat hidupku yang akan selalu ada.”
― Cheryl Rainfield
“Bintang adalah bekas luka alam semesta.”
― Ricky Maye
“Bekas luka yang tidak dapat kamu lihat adalah yang paling menyakitkan.”
― Michelle Hodkin
“Pola bekas luka timbul yang saling bersilangan, sebagian sudah lama dan berwarna putih, sementara sebagian lainnya lebih baru dengan berbagai rona merah muda dan merah. Menyingkap tekanan pada struktur di balik lapisan catnya”
― Amy Efaw
“Bekas lukamu adalah luka pertempuran, tetapi kamu belum melihatnya seperti itu. Belum.”
― Tammara Webber
“Di lain waktu, aku melihat bekas lukaku dan melihat sesuatu yang berbeda: seorang gadis yang sedang berusaha menghadapi sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang seharusnya tidak perlu ia alami sama sekali. Bekas lukaku menunjukkan rasa sakit dan penderitaan, tetapi juga menunjukkan tekadku untuk bertahan hidup. Bekas luka itu adalah bagian dari riwayat hidupku yang akan selalu ada.”
― Cheryl Rainfield
“[Kalian] yang menyayat diri atau melakukan tindakan menyakiti diri sendiri dalam bentuk apa pun, berjanjilah kepadaku malam ini bahwa kalian akan membuang semua benda tajam dan memilih sesuatu yang kalian cintai sebagai gantinya. Aku percaya kalian bisa melakukannya. Aku akan berada di sini jika kalian merasa ingin menyerah. Aku sangat, sangat menyayangi kalian.”
― Vic Fuentes
“Kamu perlu mulai memperlakukan dirimu sebagaimana kamu layak diperlakukan, meskipun kamu merasa tidak ada orang lain yang melakukannya. Buktikan kepada dunia bahwa kamu memang berharga dengan memperlakukan dirimu dengan penuh rasa hormat, dan berharap orang lain akan mengikuti teladanmu. Kalaupun mereka tidak melakukannya, setidaknya ada satu orang di dunia yang memperlakukanmu dengan baik: KAMU.”
― Carrie Hope Fletcher
Kutipan tentang menyakiti diri sendiri dapat memberikan kelegaan sementara dari dorongan untuk menyakiti diri sendiri. Namun, kamu harus menghubungi tenaga profesional untuk mendapatkan bantuan. Terapi dapat membantu kamu membangun sistem dukungan yang tepat dan mekanisme koping.
Aplikasi kesadaran seperti I Am Sober juga dapat membantu melacak kemajuanmu dan mengelola gejalamu.
I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.