I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.
Metamfetamin adalah stimulan Sistem Saraf Pusat (SSP) yang digunakan dalam obat flu, obat influenza yang dijual bebas, obat depresi, obat ADD, dan bahkan sejumlah pengobatan narkolepsi. Metamfetamin menimbulkan sensasi euforia seketika yang terus diserap tubuh selama berjam-jam. Karena itu, tubuh dan pikiran dengan cepat menjadi bergantung pada narkoba tersebut akibat efekyang terjadi seketika dan bertahan lama. Karena alasan ini, meth merupakan zat yang sangat, bahkan secara berbahaya, adiktif.
Bahan utama meth adalah pseudoefedrin atau efedrin. Efedrin merupakan zat yang dikendalikan secara ketat di Amerika Serikat karena bersifat adiktif dan memiliki banyak efek samping yang sama dengan meth. Di sisi lain, pseudoefedrin bermanfaat dalam obat flu dan obat asma, tetapi jauh kurang kuat daripada efedrin. Keduanya dapat ditemukan dalam obat flu dan biasanya berbentuk tablet, tetapi tidak ada perbedaan signifikan setelah diekstrak dan disintesis untuk membuat metamfetamin.
Jika efedrin belum berbentuk bubuk murni, ahli kimia perlu mengekstraknya dari tablet. Untuk melakukannya, mereka mencampurnya dengan pelarut, menyaring larutan tersebut, lalu memanaskan produk dengan suhu rendah. Proses ini biasanya memisahkan bahan inert dalam tablet.
Bahan yang tersisa adalah efedrin atau pseudoefedrin berbentuk bubuk murni, yang kemudian dicampur dengan asam hidroiodik dan fosfor merah. Zat terakhir tersebut disaring dan disimpan untuk digunakan kembali nanti, lalu larutan alkali ditambahkan ke asam yang tersisa. Proses ini menghasilkan meth dalam bentuk cair yang kemudian dituangkan melalui penyaring.
Untuk mengkristalkan metamfetamin cair, ahli kimia menambahkan gas hidrogen klorida. Gas ini mengalir dalam bentuk gelembung melalui meth cair dan mengubahnya menjadi garam kristal. Campuran tersebut kemudian dituangkan melalui kain penyaring. Setelah itu, mereka menunggu meth mengering dan mencampurnya dengan sejumlah bahan tambahan. Meth diketahui dapat mengandung hingga 30 bahan tambahan, termasuk:
Antibeku
Aseton
Asam baterai
Pembersih saluran pembuangan
Semua bahan tersebut dapat meningkatkan efek narkoba.
crystal meth
crank
chalk
ice
speed
Meth telah ada sejak akhir 1800-an dan bahkan berperan penting dalam sejarah dunia. Metamfetamin terutama digunakan dalam Perang Dunia II oleh Blok Poros maupun Sekutu. Para tentara diberi meth untuk menahan rasa lapar dan tetap waspada pada malam hari. Sementara itu, pilot kamikaze dari Jepang diberi meth agar dapat berfokus secara ekstrem dan merasakan euforia ketika memasuki pertempuran.
Dalam beberapa hal, pengaruh meth terhadap tubuh serupa dengan pengaruhnya terhadap laboratorium tempat meth dibuat secara ilegal. Laboratorium tersebut, baik berada di pabrik terpencil maupun rumah, menjadi tidak stabil dan tidak layak huni. Pembuat meth sering mengalami kerusakan organ dalam, masalah pernapasan, disfungsi tiroid, edema paru, dan kebutaan. Perlu diingat bahwa kondisi tersebut terjadi akibat berada di laboratorium, bukan karena menggunakan narkoba.
Karena prosesnya melibatkan banyak bahan kimia dan suhu, laboratorium meth diketahui dapat menyebabkan luka bakar serius dan bahkan ledakan yang membahayakan manusia serta lingkungan. Semua dampak tersebut dapat terjadi hanya akibat memproduksi narkoba.
Meskipun pernah digunakan pada masa lalu, saat ini komunitas medis tidak menyarankan penggunaan metamfetamin untuk pengobatan apa pun, terlebih untuk penggunaan rekreasi. Narkoba ini sangat adiktif sehingga bukan hal yang jarang bagi seseorang, bahkan jika hanya mencoba karena penasaran, untuk mengalami kecanduan setelah satu dosis.
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami kecanduan metamfetamin, dapatkan bantuan profesional dari pusat rehabilitasi. Putus meth tidak mudah, tetapi dukungan yang disiplin dapat membuatnya lebih ringan.
I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.