I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.
Untuk memahami kokain, kita perlu memahami dopamin.
Dopamin adalah zat kimia yang diteruskan dari satu sel saraf (neuron) ke sel saraf lainnya. Dopamin diketahui menimbulkan rasa senang, tetapi rasa senang tidak terbatas pada perasaan nyaman. Ada sejumlah “penghargaan” yang menimbulkan rasa senang, seperti belajar.
Memahami cara kerja dopamin sangat penting untuk memahami bagaimana kecanduan terjadi. Dopamin bertanggung jawab atas dua hal utama di otak yang pada akhirnya membentuk perilaku.
Menciptakan motivasi
Menciptakan sistem penghargaan
Terkait poin pertama, dopamin menetapkan ambang bagi kamu untuk memulai suatu tindakan, yaitu motivasi. Semakin banyak dopamin yang dihasilkan suatu tindakan, semakin sedikit motivasi yang dibutuhkan untuk melakukannya. Akibatnya, jika suatu aktivitas menghasilkan peningkatan kadar dopamin, seperti berolahraga, kemauanmu untuk melakukan tindakan tersebut akan meningkat. Selain itu, semakin banyak dopamin yang dilepaskan, semakin besar fungsi motorik yang kamu miliki dan semakin impulsif dirimu. Impulsivitas tersebut merupakan konsekuensi dari motivasi. Otak mengetahui bahwa tindakan itu menghasilkan dopamin dalam jumlah tinggi sehingga tidak memerlukan “pemikiran” mendalam untuk melakukannya.
Bagian kedua merupakan konsekuensi dari bagian pertama. Karena kamu menjadi termotivasi untuk memulai tindakan tersebut, dopamin juga menyebabkan terjadinya suatu bentuk pengondisian. Dengan kata lain, otak mengajarkan tubuh hal yang dapat diharapkan sehingga membentuk sistem penghargaan.
Kedua unsur tersebut membentuk selera, yaitu motivasi untuk memperoleh penghargaan. Jika belum sepenuhnya jelas, itulah keinginan kuat atau hasrat untuk mencapai efek yang sama, suatu kebiasaan, dan kecanduan. Dari sisi positif, inilah alasan olahraga terasa semakin menyenangkan ketika semakin sering dilakukan. Sebaliknya, inilah alasan narkoba seperti kokain dapat menimbulkan kondisi yang melemahkan dan sulit dihentikan.
Dalam keadaan normal, dopamin diteruskan dari satu neuron (sel saraf) ke neuron lainnya. Selama proses tersebut, dopamin menimbulkan sensasi menyenangkan, tetapi sensasinya tidak berlangsung lama karena otak mendaur ulang dopamin dan tidak membiarkannya tetap berada di sana. Hal ini dilakukan agar dopamin dapat digunakan nanti. Bagi kamu, ini berarti saat melihat iklan makanan yang lezat, awalnya kamu merasa terdorong untuk memakannya, tetapi dorongan tersebut tidak bertahan dan kamu dapat mengalihkan perhatian.
Namun, ketika kamu menggunakan kokain, proses “daur ulang” tidak terjadi. Dopamin justru tetap berada di antara kedua neuron. Selain itu, lebih banyak dopamin terus dikirimkan seperti biasanya. Hal ini menyebabkan penumpukan dopamin. Dalam contoh yang sama, keinginan terhadap makanan di layar tidak berkurang, tetapi justru meningkat. Keinginan untuk pergi dan mendapatkannya menjadi semakin kuat.
Efek jangka pendek meliputi:
Kepekaan ekstrem terhadap sentuhan, suara, dan penglihatan
Euforia atau rasa bahagia yang intens
Paranoia
Perubahan suasana hati
Peningkatan iritabilitas
Sakit kepala
Kejang
Sebagian efek samping lebih mungkin terjadi daripada yang lain, tergantung pada cara kamu menggunakan kokain. Sebagai contoh, HIV dan hepatitis merupakan efek samping yang umum jika kokain terutama digunakan dengan cara disuntikkan, sedangkan kerusakan usus paling umum terjadi ketika kokain ditelan.
Seperti efek jangka pendek, efek jangka panjang berbeda-beda tergantung pada bentuk kokain yang digunakan. Meskipun banyak gejala dapat dipulihkan, sebagian lainnya tidak dapat dipulihkan. Karena itu, penting untuk mencari bantuan jika kamu menyadari adanya masalah. Beberapa efek jangka panjang meliputi:
Serangan jantung
Penyakit jantung
Stroke
Kerusakan kardiovaskular
Kerusakan hidung (jika dihirup melalui hidung)
Kerusakan mulut (jika diisap/ditelan)
Batuk kronis (jika diisap)
Pneumonitis eosinofilik (crack lung)
Risiko infeksi lebih tinggi
Kerusakan gastrointestinal
Nekrosis usus
Kolitis iskemik
Tukak
Kerusakan hati
Kerusakan ginjal
Rabdomiolisis
Kerusakan otak
Kejang
Atrofi serebral
Vaskulitis serebral
Hiperpireksia
Stroke ringan
Terbentuknya gangguan suasana hati
Disfungsi keterampilan motorik
Peningkatan risiko demensia
Kerusakan kardiovaskular merupakan salah satu efek jangka panjang utama yang sangat melemahkan dan memengaruhi pengguna kokain tanpa memandang cara kokain digunakan. Salah satu akibat kokain adalah terjadinya vasokonstriksi sekaligus peningkatan tekanan darah. Artinya, darah dipompa lebih cepat, tetapi melewati saluran yang lebih sempit. Akibatnya, gumpalan darah dapat terbentuk dan terdorong menuju jantung, paru-paru, atau otak sehingga menyebabkan emboli paru, stroke, atau kematian. Hal ini juga dapat menyebabkan aritmia jantung, takikardia, infark miokard, dan kematian.
I Am Sober adalah aplikasi gratis yang membantumu mengontrol kembali hidupmu.